MOMEN BERSEJARAH BAGI KPU DI BULAN AGUSTUS

0
64

MOMEN BERSEJARAH BAGI KPU DI BULAN AGUSTUS

Oleh : Dwi Prasetyo

Anggota Komisioner KPU Kabupaten Wonogiri

Pertama Hari raya Qurban. Hari raya Qurban merupakan momentum bersejarah bagi umat Islam. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah dibalik hari raya Qurban, diantaranya adalah : Kesabaran, Kategasan dan Keilkhlasan.

Nabi Ibrahim yang telah lama berkeluarga namun tidak juga dikaruniai seorang anak merupakan ujian besar dalam berkeluarga. Sarah merupakan istri solehah yang mempersilahkan dan menganjurkan suaminya agar menikah lagi dengan seorang budak bernama Hajar. Sebuah pengorbanaan perasaan yang luar biasa bagi seorang istri yang mengizinkan kembali suaminya berpoligami.

Namun sekuat apapun perasaan istri, ia tidak akan kuat mana kala melihat orang yang dikasihinya berbahagia dengan orang lain yang menimang buah cinta dengan suaminya.  Maka datanglah perintah agar kedua istri nabi ibrahim dipisahkan.

Hajar dan Ismail harus di tinggalkan dilembah nan gersang yakni Mekah. Sebuah lembah yang tidak berpenghuni, tidak ada tumbuhan disitu,  yang ada hanyalah padang pasir yang membentang tiada akhir. Nabi Ibrahim hanya memasrahkan istri dan anaknya kepada Allah Yang Maha Kuasa.  Nabi Ibrohim meninggalkan mereka berdua dilembah mekah tersebut. Seraya berdo’a : ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku dilembah yang tidak mempunyai tanaman-tanamandi dekat rumah engkau(Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb kami (yang demikian itu ) agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim : 38)

Hajar dan anaknya(Ismail) yang masih bayi mejalani kehidupan dilembah yang gersang, sehingga lambat laun persedian bekalnya semakin habis. Hajar berusaha mencari mata air dan mencari bantuan orang apabila ada,  untuk menyambung hidupnya, beliau belari-lari kecil dari bukit Sofa dan bukit Marwa. Ditinggalkanya Ismail kecil sendirian, Hajar pantang menyerah. Beliau terus berusaha mencari sumber air dari bukit Safa ke bukit Marwa sampai 7 kali. Sehingga Ismail yang ditinggalkan saat mencari air menangis dengan menghentak-hentakan kakinya ke tanah, sehingga munculah mata air. Subhanallah!!

Maha suci Allah, disaat seorang hamba telah berusaha dengan sekuat tenaga, Allah memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Air yang memancar dari hentakan nabi Ismail inilah asal mula air zam-zam yang menjadi sumber penghidupan Hajar dan Ismail.

Saat kehidupan Hajar dan Ismail mulai membaik, lagi-lagi kesabaran dan keikhlasan nabi Ibrahim, Ismail dan Hajar di uji kembali. Suatu hal yang sangat berat tatkala Allah mengisyaratkan kepada nabi Ibrahim lewat mimpinya, agar menyembelih anak semata wayangnya Ismail. Anak yang dulu sangat di dambakan, dan anak yang baru menginjak remaja, anak yang dalam masa menggemaskan mesti di sembelih sebagai bukti ketaqwaan seorang hamba.

Beruntung nabi Ibrahim mempunyai putra Ismail yang patuh dan taat kepada orang tuanya. Pun saat diberikan pendapat tentang kebenaran mimpi tersebut. Ismail memberi penguatan kepada ayahnya agar melaksanakan perintah Allah tersebut. Ibrahim yang sempat ragu akhirnya menghalau Iblis yang menggodanya dengan melempari batu.

Buah dari ketaqwaan keluarga nabi Ibrahim inilah, yang menjadikan Allah mengganti qurban Ismail dengan seekor domba. Buah dari keikhlasan, ketaqwaan kepada Allah SWT menjadikan kesulitan menjadi kemudahan, dari yang menyakitkan menjadi menyenangkan.

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA

Kedua hari raya kemerdekaan Indonesia. Tanggal 17 Agustus sebagai momen bersejarah bagi bangsa dan negara Indonesia. Merupakan anugerah terbesar bangsa Indonesia, setelah sekian lama hidup dalam penjajahan, hidup dalam tekanan, dan hidup dalam kesengsaraan.bangsa Indonesia berhasil meproklamirkan Kemerdekaan. Sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945 “ Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya “.  Kemerdekaan ini adalah hasil dari perjuangan dan rahmat dari Allah SWT. Ada banyak korban harta, korban tenaga, korban pikiran bahkan korban nyawa untuk  merebutnya.

Menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa agar merawat, dan mengisi kemerdekaan ini agar terus lestari. Jangan sampai kemerdekaan yang telah susah payah di rebut oleh para pahlawan, kita sia-siakan. Jangan sampai kemerdekaan yang telah diperjuangkan hancur kembali akibat keserakahan dan kefasikan serta ketidak syukuran atas nikmat besar ini.

Momentum qurban dan kemerdekaan mesti terus digelorakan kepada anak bangsa agar mereka tidak mudah lengah dan beruforiya atas  kemerdekaan. Ada banyak tugas yang perlu di kerjakan untuk mengisi kemerdekaan. Mempertahankan, melestarikan adat budaya, dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BERAKHIRNYA TAHAPAN PEMILU

Ketiga pasca penetapan kursi DPR dan calon Anggota DPR terpilih, merupakan anugerah bagi KPU. Setelah 24 bulan lamanya berjibaku mengurusi penyelenggaraan pemilu, dengan beragam kompleksitas problematika pemilu. Tahapan demi tahapan dilalui dengan penuh pengorbanan. Dalam daftar pemilih misalnya, KPU harus mengadakan perbaikan dan penyempurnaan penetapan daftar pemilih sampai tiga kali, saat pemungutan suara di TPS, akibat beban kerja yang terlalu berat mengakibatkan jatuhnya korban meninggal para petugas KPPS dan beberapa petugas penyelenggara lain yang mengalami sakit berat maupun ringan pasca pemungutan. Kiranya perlu kita apresiasi kerja KPU bahwa berkat kegigihan, pengorbanan tenaga, waktu, pikiran sehingga pemilu serentak 2019 dapat berjalan dengan sukses. Kriteria kesuksesan penyelenggaraan pemilu antara lain dikemukakan oleh bapak Arif Budiman dalam sambutannya yang diwakili oleh Ketua KPU di seluruh Indonesia pada Upacara tanggal 17 Agustus di masing-masing kantor KPU bahwa “ tidak adanya gangguan keamanan yang berarti selama penyelenggaraan pemilu serta meningkatnya tingkat partisipasi pemilih yang menyentuh 81,97 % dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta 81,69 % dalam Pemilihan DPRD, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Angka tersebut melampaui target partisipasi pemilu yang awalnya dipatok pada angka  77,50 %.

Selain itu, jajaran KPU juga sukses mempertangungjawabkan kinerjanya dalam menyelenggarakan pemilu sebagaimana terlihat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan sengketa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Adapun dalam perselisihan hasil Pemilu Legislatif,  dari sejumlah 260 gugatan/permohonan, hanya 12 gugatan yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi. Hal itu merupakan suatu pencapaian besar yang patut kita syukuri, serta menjadi modal besar dan motivasi bagi jajaran KPU untuk menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota serentak pada bulan September tahun 2020.

Ketiga momen tersebut menjadi sejarah bagi KPU karena kemenangan nabi Ibrahim,  Ismail, kemerdekaan bangsa Indonesia, dan ber akhirnya tahapan penyelenggaraan pemilu dengan sukses sama-sama merupakan berkat rahmat dari Yang Maha Kuasa Allah SWT, dirgahayu Republik Indonesia ke 74 SDM unggul Indonesia maju.