Seleksi Calon Anggota KPPS     Pengumuman Penetapan Usulan DAPIL    Daftar Partai Politik yang Menyerahkan Syarat Dukungan Keanggotaan   
Senin, 23 April 2018 - 18:18:03 WIB
SATU TAHUN MENUJU PEMILU SERENTAK 2019, KPU KABUPATEN WONOGIRI GELAR KEGIATAN SENI BUDAYA
Diposting oleh : Administrator
Kategori: PEMILU 2019 - Dibaca: 117 kali

KPU Kabupaten Wonogiri telah menyelenggarakan kegiatan Pagelaran Seni Budaya Satu Tahun Menuju Pemilu Serentak, dengan tema “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih yang Berdaulat Guna Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019”, yang bersubtemakan “Membangun Wonogiri Melalui Demokrasi yang Berkearifan Lokal”pada hari Sabtu, tanggal 21 April 2018. Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi kepada masyarakat terhadap Pemilihan umum untuk memilih  Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR- DPD dan DPRD yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Acara yang berlangsung meriah tersebut,dihadiri oleh semua anggota komisioner dan Staff sekretariat KPU Kabupaten Wonogiri, Bupati Wonogiri, Kapolres, Komandan Kodim,DPRD, Satpol PP Humas Setda, Dinas Perhubungan, PPK, Pengurus Partai Politik dan Panitia Pengawas Kabupaten Wonogiri.Pagelaran seni budaya di Alun-alun Kabupaten Wonogiri dimulai setelah rombongan pawai tiba.Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua tamu undangan dan peserta pawai dan ditutup dengan pertunjukan seni budaya.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan Pawai yang dilakukan dari kantor KPU Kabupaten Wonogiri Jl. Gunung Gandul RT 03 RW 05 Joho Lor, Kelurahan Giriwono menuju Alun – alun Kabupaten Wonogiri. Peserta pawai diantaranya adalah Humas Kabupaten Wonogiri, drum band SMP N 2 Wonogiri, Maskot Sisura, rombongan Partai Politik peserta Pemilu tahun 2019, penyelenggara Pemilu yang terdiri dari PPK 25 Kecamatan Se-Kabupaten Wonogiri, Panitia Pengawas Kabupaten Wonogiri, Kethek Ogleng SMK N 2 Wonogiri, serta organisasi masyarakat yang mendapatkan fasilitasi sosialisasi Pilgub 2018. Sebelum jalannya pawai, Mat Nawir, S.Ag., MH selaku ketua KPU Kabupaten Wonogiri memberikan sambutan dan memimpin pemberangkatan rombongan tersebut. Setelah peserta pawai tiba di Alun-Alun Kabupaten Wonogiri, kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan pertunjukan seni budaya.

Dalam kegiatan tersebut,Mat Nawir, S.Ag., MH juga berkesempatan memberikan sambutan di panggung Pagelaran Seni Budaya. Beliau menyampaikan beberapa poin penting, diantaranya adalah KPU Kabupaten Wonogiri berkomitmen penuh untuk menyajikan data pemilih yang valid, akurat dan akuntable sejalan dengan Tagline Pemilu Tahun 2019 “Pemilih Berdaulat Negara Kuat”. Kabupaten Wonogiri mendapatkan alokasi kursi sebanyak 50 yang dibagi dalam lima Dapil.Keberadaan 16 Partai Politik yang menjadi peserta Pemilihan Umum di Kabupaten wonogiri, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesai Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Berkarya, Partai Keadilan Sosial, Partai Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Amanat Nasional, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Kemudian dalam tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018, KPU telah sampai pada penetapan Daftar Pemilih Tetap, yang menetapkan pemilih sejumlah 854.334 dengan rincian jumlah pemilih laki-laki 422.747 jiwa dan jumlah perempuan 431.587 jiwa

Bupati Kabupaten Wonogiri, Bapak Joko Sutopo juga memberikan sambutan dan pengarahan kepada tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan Pagelaran Seni Budaya dalam rangka setahun menyambut Pemilihan Umum 2019 yang diadakan oleh KPU Kabupaten Wongiri. Kemudian inti yang disampaikan oleh Bapak Bupati adalah mengajak mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berpolitik. Pemilihan Umum harus merupakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemilihan Umum  tidak hanya dimaknai dengan sekedar ajang untuk menerima bantuan dari calon pemimpin menjelang pemilihan dilangsungkan. 

Acara dilanjutkan dengan penerbangan balon udara yang disertai dengan logo 16 Partai Politik peserta Pemilihan Umum tahun 2019,Finger Colour dan pengenalan Maskot Sisura.  Maksud dari penerbangan balon udara tersebut adalah,Parpol dapat menuju kejayaan dalam membawa kesejahteraan bagi rakyat. Kemudian, Finger Colourdiartikan kebinekaan di Indonesia, dengan mengecapkan beberapa warna dengan telapak tangan disebuah kain putih. Finger Colour dipimpin oleh Bapak Bupati, kemudian dilanjutkan oleh anggota Komisioner KPU Kabupaten Wonogiri, tamu undangan, perwakilan Partai Politik dan masyarakat. Pengenalan Maskot Sisura juga menjadi daya tarik tersendiri, terlihat dari antusiasme tamu undangan dan masyarakat yang mengajak untuk berfoto.

Kegiatan terasa begitu meriah dengan pertunjukan yang telah dipertunjukan oleh siswa SMK N 2 Wonogiri, diantaranya adalah tari Bagun Tulak, Reog dan Wanara Kridha.

Tarian Bagun Tulak menceritakan upacara adat panen padi masyarakat di desa Tanggulangin Kecamatan Jatisrono Wonogiri. Berawal dari pernah gagalnya panen di desa tersebut, warga melakukan ritual menolak atau mengusir hama (burung) dengan membuat barong berwujud burung yang dapat bergerak dan menimbulkan suara. Setelah keberhasilan panen, masyarakat mengadakan upacara adat sebagai wujud syukur. Kemudian tari Reog yang ditampilkan menceritakan tentang Dewi Sanggalangit yang membuat sayembara kepada siapapun yang akan memperistrinya untuk mewujudkan sebuah tontonan seekor hewan yang berkepala dua serta mempunyai watak yang berbeda.Dalam cerita memperistri Dewi Sanggalangit melibatkan peperangan antara Prabu Klana Sewandana dengan Prabu Singobarong. Prabu Singobarong yang berwujud harimau dibantu oleh ibunya yang bernama Dewi Dhadhak Merak yang naik dipunggungnya sehingga menjadi perwujudan hewan dengan dua kepala. Meskipun sudah dibantu oleh ibunya, Prabu Singobarong dapat dikalahkan oleh Prabu Klana Sewandana dengan senjatanya Pecut Samandiman dan bersedia dijadikan sarana mewujudkan permintaan Dewi Sanggalangit. Pertunjukan penutup adalah Tari Wanara Kridha, sebuah tarian kekompakan kelompok Kethek Ogleng yang menggambarkan kebhinekaan, keunikan dan keindahan yang mewujudkan semangat gotong royong dan bekerja saling bahu membahu dalam memncapai Persatuan dan Kesatuan. (YPB)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)